Pengumpan:
Tulisan
Komentar

IDUL ADHA

IDUL ADHA

REFLEKSI ALAM-MORAL DAN SOSIAL

Al-Ustadz Ibrohim An-Nawawie, S.Ag, M.PdI

الله اكبر  9 × ……لااله الاالله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد. الله اكبر كبيراوالحمد لله كثيرا وسبحن الله بكرة واصيلا لا اله الاالله وحده صدق وعده ونصر عبده وهزم الاحزاب وحده لا اله الا الله ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون. الحمد لله الذى كتب علينا حجا بمكة المكرمة, وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما, اوصيكم ونفسى واييا بتقوالله فقد فازاالمتقون كما قال الله تعال  في القرأن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم  : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ(1)فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ(2)إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ .وقال النبي صل الله عليه والسلام : 781 حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

HADIRIN KAUM MUSLIMIN JAMA’AH SHOLAT I’D

Saat ini masyarakat Indonesia diberi berbagai macam cobaan baik banjir, kebakaran, longsor, gempa, tsunami dan lain sebagainya. Saat ini kita pun masih disuguhkan tragedi yang amat mengenaskan yaitu meletusnya gunung Merapi, dan Tsunami di Pulau Mentawai. Subhanallah, Allahu Akbar Allahu Akbar  wa lillahil Musta’aan..!

Ratusan orang telah meninggal dunia. Harta benda, jiwa raga menjadi korban. Mereka adalah masyarakat biasa, mereka adalah masyarakat terpinggirkan. Mereka benar-benar telah menjadi korban.  Dan terkadang hanya Korban yang bisa berqurban.  Hal ini semuanya adalah ayat Allah SWT yang bias menggetarkan hati setiap manusia (wajilat qulubuhum).

Berfikir adalah alat manusia untuk memahami akan pertanda, sinyal-sinyal Allah yang pada akhirnya muncul dzikirullah sebagai pengakuan eksisitensi manusia yang dloif dihadapan Allah SWT. Marilah kita merenung sejenak  dalam rangka tadabur, tafakur akan ayat-ayat Allah SWT baik ayat yang Qur’aniyah maupun ayat Kauniyah, jasmaniyah-alamiyah.

Tragedi yang mengalami bangsa yang kita cintai yang bernama “Indonesia” sungguh sangat menyayat hati, Bumi pertiwi menangis, Lumpur panas, banjiran, kebakaran, kekeringan, hilangnya Pesawat terbang, tenggelamnya kapal laut, tergelincirnya kereta api dan gunung meletus, tsunami dan sejumlah bencana yang melanda bangsa tanah air yang kita cintai ini.

Tragedi kemanusian dengan munculnya berbagai macam bencana empat anasir alam, baik yang diakibatkan oleh unsur air berupa banjiran,tsunami, gelombang pasang, unsur api berupa kebakaran, unsur tanah berupa tanah tandus, kekeringan, longsor dan semisalnya serta unsur angin yang mampu memporakporandakan umat manusia. Disinilah manusia baru sadar bahwa ternyata yang mengendalikan langit, bumi dan seisinya adalah Allah SWT.

Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam surat Lukman ayat 20:

Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni`mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

HADIRIN JAMA’AH SHOLAT I’D YBHK

Berbagai bencana dan cobaan itu semua merupakan ujian untuk memperoleh keimanan baru, semangat baru, jiwa baru dan I’tikad baru namun pengorbanan yang sedemikian berat dan tidak main-main INI harus diikuti dengan “instrumen Ikhlas”. Pengorbanan disimbolkan dengan ujian perintah kepada seorang Ayah yaitu Nabiyullah Ibrohim As untuk melepaskan anak yang sangat disayanginya Ismail As. Yang kemudian di dalam syariat Nabi Muhammad disebut ibadah Qurban diganti dengan penyembelihan binatang ternak yang telah ditentukan syaratnya. Allah SWT berfirman :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ(1)فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ(2)إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Ibadah Qurban melambangkan tingkat kepasrahan/ berserah diri tertinggi hanya kepada Allah dengan segala keikhlasan, sekaligus membuang berhala-berhala yang mungkin telah kita sembah berupa penyembahan kepada sesuatu yang kita cintai baik berupa kedudukan, uang, harta, nama besar, keluarga, anak yang kadang-kadang membuat iman kita goyah. Padalah sudah jelas Allah telah berfirman dalam surat Al-Anfal :

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Daging qurban dalam ajaran Islam bukan untuk Allah SWT, karena Tuhan orang Islam tidak makan daging. Daging Qurban sebagian dinikmati oleh orang yang berqurban dan sebagian yang lainnya untuk fakir miskin.Tidak sekerat dagingpun yang diberikan kepada Allah SWT.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ(28)

supaya mereka menyaksikan berbagai manfa`at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.

Allahu Akbar,Allahu akbar, wa lillahi Alhamd

Bersamaan dengan peristiwa suadara kita di Mentwai dan Gunung Merapi, hari ini Jutaan umat muslim sedunia pada tanggal 9 Dzulhijjah kemarin, berkumpul di padang Arofah dalam rangka menjalankan wukuf sebagai salah satu rukun haji yang disyariatkan oleh Rosulullah SAW, dengan sabdanya yang mashur: الحج بالعرفة, artinya yang terpenting dalam urusan haji itu adanya di Arofah bahkan saking pentingnya “Arofah” ini.

Di padang Arofah seluruh jama’ah Haji melakukan “wukuf” yang artinya berhenti. Berhenti yang dimaksud adalah berhenti secara fisik namun bergerak secara fikiran dan bathin. Fikiran dan bathin bergerak ke arah netral yaitu fitrah manusia. Dan Fitroh manusia adalah merasakan dan mendengarkan seluruh suara hati yang berjumlah 99 sebagai simbol dari “Asmaul Husna”. Nampak dengan jelas bahwa wukuf sebenarnya adalah ladang Relaksasi, Evaluasi dan Visualisasi tentang makna hidup melalui penelusuran suara-suara “AsmaulHusna” yang berpegang kepada prinsip “La Ilaha Ilallah”. Sehingga sangatlah benar bahwa amalan yang dilakukan orang ketika wukuf adalah taubat, istighfar, dzikir, serta do’a. Allah berfirman :

ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّه غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (`Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Wukuf sebagai sarana instropeksi atau evalusai diri sangat effektif untuk menyadarkan manusia kepada jatidiri, sebab musabab, asal muasal mengapa dan untuk apa manusia diciptakan oleh Allah SWT. Wukuf kalau diumpamakan dalam kehidupan sehari-hari hampir mirip dari segi tujuan dengan I’tikaf, Muhasabbah, Tawajjuh, Instrospeksi diri yang bertujuan merenung, merefleksikan diri serta mendengarkan suara-suara dan bisikan hati yang tercermin dalam nama-nama Allah SWT.

Allahu Akbar……..2x Wa Lillahi Al-Hamd

Makna terpenting Idul Adha, salah satunya terletak pada upaya meneladani ajaran tauhid (monoteisme) Nabi Ibrahim (AS) yang bersifat transformatif dalam kehidupan sosial. Ibrohim AS mengorbankan anak yang sangat dicintainya Ismail sama halnya kita mengorbankan sesuatu yang dianggap milik kita yang sebenarnya hanyalah titipan semata. Keyakinan seperti ini berimplikasi langsung pada keharusan kita untuk menampakkan eksistensi itu dalam kehidupan nyata sehingga manusia dan dunia dapat menyaksikan dan ”menikmati” kehadiran Sang Pencipta dalam bentuk kehidupan yang teratur, harmonis, dan seimbang.

Hari raya qurban yang sesungguhnya adalah menumbuhkan sikap tenggang rasa dan kepedulian terhadap sesama atau yang dikenal dengan keshalehan social. Norma atau cita-cita sosial inilah yang sesungguhnya ingin dihidupkan dalam ajaran tauhid ajaran nabi Muhammad SAW….kepada umatnya , yang terbingkai dalam satu kalimat yaitu TAKWA kepada Allah SWT. Berqurban itu tanda orang takwa dan mukhlisin. Biasanya hanya para Korban yang bisa berqurban dengan sesungguhnya. Sebab sepanjang sejarah orang dholim tidak pernah berqurban. Semoga Pengorbanan saudara2 kita di Mentawai dan Merapi menjadikan I’tibar,menjadi contoh Qurban yang sebenar2nya Qurban.

 

KHUTBAH KEDUA

الله اكبر  5 × …………………… ولله الحمد

الحمد لله رب العالمين الذى هدانا لهدا وما كنا لنهتدي لولا ان هداناالله أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده. فياعبادالله اتقواالله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون. قال الله تعال فىالقرأن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ. وقال ايضا : ان الله وملئكته يصلون على النبي. ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد كما بركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم في العلمين انك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والائموات انك سميع قريب مجيب الدعوات.

Ya Allah Tuhan Maha Pengampun, Ampunilah segala khilaf, salah-dosa kami, dosa orang tua kami dan dosa para pemimpin kami.

Allahumma salimnaa wal muslimiin, Ya Allah selamatkanlah kami, selamatkanlah saudara. keluarga dan anak cucu kami. Selamatkanlah bangsa dan Negara kami, selamatkanlah Indramayu dari bala, bencana, malapetaka, penyakit dhohir-bathin,penyakit mewabah, gizi buruk, kematian ibu hamil yang mengakibatkan kesengsaraan dan kenestapaan di masyarakat kami.

Allahumma Yasir  umuroona, umuroddun-ya wal akhiroh..
Ya Allah mudahkan segala urusan kami, urusan yang berkaitan dengan dunia, agama dan akherat, Jangan engkau beri beban kepada kami, beban yang tidak sanggup kami memikulnya….!. Beri kekuatan lahir bathin kepada kami untuk selalu beribadah kepadaMU.

Kami hamba yang dhoif, hamba yang lemah yang tak mampu melawan taqdirMU, Kuatkanlah iman kami, pupuklah kesabaran kami dalam menghadapi getirnya cobaan kehidupan kami

Allahu Ya Salaam Ya Qowiyu Ya Aziiz…Ya Allah Maha Pemberi Kekuatan dan kedamaian, Berilah kesabaran kepada saudara-saudara kami di Mentawai maupun saudara2 kami di sekitar gunung Merapi dan seluruh tanah air Indonesia yang terkena bancana, Mereka adalah korban yang sebenarnya, Mereka telah kehilangan keluarga, kehilangan harta benda darah berceceran, air mata berlimpah kesedihan, lingkungan porak poranda. Ya Allah Berilah kesabaran kepada mereka. Berilah kekuatan untuk bangkit kembali dari keterpurukan untuk menata kembali kehidupan seperti semula. Demikian pula dengan jama’ah haji kami. Beri kekuatan lahir bathin untuk menjalankan ibadah haji mereka.

اللهم حجهم حجا مبروراوسأيهم سآيا مشكورا وذنبهم ذنبا مغفورا وتجارة لن تبور.

Ihdinashshirathal Mustaqiim, Ya Allah Tunjukanlah kepada kami jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridloi…Jalan yang penuh maghfirah, jalan yang penuh rahmah dan keberkahan

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العالمين.

 

 

 

KHUTBAH ‘IDUL FITRI

IDUL FITRI, MUDIK  DAN LIBASUT TAQWA

Oleh : Al-Ustadz Ibohim Nawawi, S.Ag, M.PdI

الله اكبر  9 × ………..الله اكبر كلما صام صائم وأفطر. الله اكبر كلما تراكم سحاب وامطر.الله اكبرلا اله الاالله والله اكبر ولله الحمد. الحمد لله الذى يسر طريق العبادة للعباد وجعل لهم يوم العيد كلا سنة يعود. احمده سبحانه وتعالى على نعامه التى لا تحصى ولا يعود. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له. له المالك المعبود. وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله صاحب لواء الحمد والحوص المورود. اللهم صلى وسلم على سيدنا محد وعلى آله وأصحابه الذين طهرهم الله عن الجحود. الله اكبر- الله اكبر لا اله الاالله والله اكبر. الله اكبر ولله الحمد. اما بعد. معاشر المسلمون رحمكم الله اوصيكم ونفسى واييا بتقوالله فقد فازاالمتقون كما قال الله تعال فىالقرأن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ, وقال يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ. فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ(185 قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا الْآيَةَ.قال ايضا: حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ *

Allahu akbar..Allahu Akbar…walillahi alhamdu

Ketika pulang dari perang Shifin, Sayyidina Ali Karomallahu wajhah melewati pekuburan di pingir kota Kuffah. Beliau menghadap kuburan seraya berkata : Wahai para penghuni kampung yang sunyi, wahai penduduk yang tinggal di tempat sepi,wahai orang yang berdiam di kubur yang gelap gulita, wahai orang yang terbaring di atas tanah yang terasing, yang sendirian  dan yang kesepian. Kalian telah mendahului kami,, kami pun Insya Allah akan menyusul kalian. Wahai Penghuni Kubur ketahuilah Rumah kalian sudah ditempati orang lain, isteri atau suami kalian sudah menikah lagi, harta kalian sudah dibagi-bagikan. Inilah kabar dari kami. Lantas bagaimana kabar dari kalian.?. Tanya Imam Ali kepada ahli kubur di pinggiran kota Kuffah. Lalu Ali Karomallhu wajhah menoleh kepada para sahabat, seraya mengatakan; Demi Allah, sekiranya mereka berbicara, meraka akan mengatakan ; Sesungguhnya bekal yang paling baik adalah Taqwa.

Berbekallah kalian semua, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal. (Al-Baqoraoh ayat 197)

MUDIK

Saat kemarin, tiga hari sebelum hari raya kita disuguhkan di media masa dan elektronik dengan fenomena menarik yaitu mudik, pulang ke kampung halaman. Berjuta-juta orang hilir mudik, kembali ke kampung halaman dimana mereka dilahirkan. Orang tua, saudara, handai taulan dan para tetangga menjemput dengan penuh suka cita, dengan senyum kebahagiaan Tetapi ada juga mohon maaf Ketika si pemudik sampai di rumah kampung halamn, ada juga yang membawa seabrek masalah yang menyebabkan keluarga, orang tua bersedih tiada terkira. Itulah gambaran mudik dhohir-jasmani yang hanya dijumpai ketika Hari Raya Idul Fitri setelah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadahan. Itulah mudik dalam fenomena sosial-budaya.

Namun suadaraku seiman, “Mudik” yang sesungguhnya adalah “pulang kembali” keharibaan Allah SWT. Kita semua akan pulang kembali ke kampung akherat Dan kondisi pada waktu itu ada yang berbahagia karena mereka membawa bekal, membawa oleh-oleh berkat usahanya tetapi ada juga yang bersedih karena pulang tidak membawa bekal sedikitpun. sebagaimana digambarkan dalam Al-Quranul Karim Surat Al-Gahasiyah ayat 1-17

Sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan? Kampung akherat,  Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, dst. dan dalam ayat yang ke delapan Allah berfirman

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, Merasa senang Karena usahanya,  Dalam syurga yang tinggi,

Allahu akbar-allahu Akbar wa lillahi Alhamd

Dikisahkan dalam satu riwayat ketika seorang sholeh menghadap Allah SWT, dia akan dijemput oleh seseorang yang harumnya sangat semerbak, wajahnya indah nan elok, pakaiannya sangat bagus, Ahli kubur bertanya”Wahai Fulan siapakah Anda?. “Saya adalah amalmu yang sholeh, yang akan mengantarmu dari dunia sampai ke surga. Sebaliknya bila yang meninggal dunia itu adalah sang durjana, pembuat maksiat, dan kehajatan lainnya maka orang yang menjemput adalah sosok mengerikan, buruk rupa dan sangat busuk baunya. Ahli kubur berkata “Engkau selalu mengkuti, engkau betul-betul sahabatku yang buruk, siapakah anda sebenarnya”?. “Apakah Engkau tidak mengenalku. Sang Mayit menjawab; :”Tidak”. Akhirnya penjemput dan pendamping itu berkata “Aku adalah amalmu. Dulu amalmu buruk, karena itulah mukaku menjadi buruk, dahulu niatmu busuk karena itulah bauku juga busuk  (Tafsir Dustur Mansur 5;138)

Muka Buruk, Topeng Diri

Allahu Akbar…Allahu akbar wa Lillahi Alhamd

Bulan Romadlon tidak hanya suci tetapi juga mensucikan. Kita sedang mencuci “Baju hakekat jati diri manusia”, direndam dengan Rohmah kasih sayang Allah, Dibilas dengan “Maghfiroh” Allah serta disiram dengan air yang bisa membebaskan diri dari siksa api neraka. “Itqum minannaar”. Sehingga pantas pakaian menjadi suci bersih dan layak untuk dipakai, dikenakan pada hari “I’dul Fitri”.

Bukankah ajaran islam mengillustrasikan begitu indah dengan untaian kalimat :

ليس العيد لمن لبس الجديد # انما العيد لمن طاعته تزيد

Bukanlah yang dimaksudkan dengan “’Idul Fitri itu bagi orang-orang yang bepakaian baru tetapi yang dimaksudkan dengan berhari raya idul fitri itu bagi orang-orang yang ketaatannya kepada Allah semakin bertambah”

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-A’rof ayat 26:

Hai anak Adam[530], Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepadamu Pakaian untuk menutup auratmu dan Pakaian indah untuk perhiasan. dan Pakaian takwa[531] Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Mudik ke kampung akherat, menghadap illahi Robbi dengan menggunakan pakaian yang baru nan indah, elok dipandang mata itulah yang dinamakan “libasut Taqwa” baju yang melekat pada diri yang berbentuk tingkah laku behavior dalam kehiduan sehari-hari.

Pakaian takwa itulah yang akan kita pakai untuk menghadap Allah SWT, menghadap Dzat yang menciptakan semua mahkluk. Allah Maha Suci hanya bisa didekati oleh orang yang berusaha untuk suci dengan melalui proses panjang dari puasa sampai “idul Fitri.

Apa makanan kita ketika berada dalam kondisi Idul Fitri ini. Orang yang kembali suci, orang yang ber”idul Fitri” makanannya adalah “ketupat” atau “KUPAT” yang artinya “Laku Papat”. Yaitu syariat, thariqat, ma’rifat dan hakekat”. Makanan sebagai media untuk memberikan energi membutuhkan berbagai elemen vitemain, protein, kalori dan lain sebagainya, makanan bergizi mutlak dibutuhkan oleh jasmani manusia. KUPAT, Laku papat Syariat, Thariqat, Ma’rifat dan hakekat itu makanan manusia yang bisa membangkitkan energi, menggelorakan semangat, menggerakan hati dan fikiran. Menggerakan langkah aktivitas kemanusiaan menuju irodah keIlahiyan. Itulah hakekat makanan yang sesungguhnya.

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

Allahu Akbar..Allahu Akbar w lillahi alhamd

Pakaian takwa sudah kita sandangkan, makanan relegius sudah kita masukan sehingga akan muncul nilai-nilai keIlahiyan sebagai akibat dari transformasi puasa maka kondisi manusia yang seperti inilah yang mampu menyambung kasih sayang sesama manusia, Shilaturahiim. Amat lah indah di suasana Idul Fitri ini bila kata maaf selalu terhias dalam bibir, Jabatan tangan menjadi pembuka tabir, senyum dengan ucapan salam diridloi Al-Kabiir, kesombongan bisa mencair apabila kita merasa menjadi orang faqir. Orang yang mengulurkan tangan lebih dahulu itu lebih baik dari yang menerimanya, Tangan di atas lebih utama daripada tangan yang di bawah. Tidaklah kehormatan dan kemulyaan akan hilang jika mengulurkan tangan terlebih dahulu.     

Di hari “Idul fitri” ini manfaatkanlah untuk saling shilaturahiiim, bersalam-salaman, maaf memaafkan, saling tukar senyum, saling tegur sapa, kunjingilah kedua orang tua, anjangsanalah dengan guru, Kyia dan ustadz, doakan mereka yang sudah meninggal dunia, perbaikilah hubungan dengan tetangga, saudara dan orang tua kita. Sungguh bahagia orang yang selalu menebarkan kebaikan. Perbedaan itu rahmat tetapi persatuan itu lebih ni’mat. Berbeda pendapat itu biasa tetapi semangat kebersamaan itu sungguh luar biasa. Kembalilah ke jalan Allah, carilah hikmah di dalam berkah, rauplah rohmat dan maghfirullah di dalam mardlotillah.  ITULAH MAKNA KEMENANGAN YANG SEBENARNYA !!!!!

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

الجطبة الثانى

الله اكبر  5 × …………………… ولله الحمد

الحمد لله رب العالمين الذى هدانا لهدا وما كنا لنهتدي لولا ان هداناالله أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده. فياعبادالله اتقواالله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون. اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ. وقال ايضا : ان الله وملئكته يصلون على النبي. ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمدوالحمد لله رب العالمين: اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والائموات انك سميع قريب مجيب الدعوات ربنا اغفرلنا ولاخواننا الذين سبقونا بالايمان ولاتجعل في قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤف رحيم.

الهي لست للفردوس اهلا,ولا اقوي علي نار الجحيم, فهبلي توبة واغفر ذنوبي فانك غافر ذنب  العظيم

Ya Allaaah !!! kami ini bukan ahli surga, kami ini tidak pantas menghuni surgamu, tetapi kami tidak kuat jika dimasukan ke dalam nerakaMu ya Allaaaah.Kami hanya mengharap ampuni dosa kami ya Allaaah… “Inna nasalukal janataka wa na’udzu bika minannaar”.

Ya Allah berilah kesempatan kepada kami untuk berjumpa dengan bulan Romadlon tahun depan. Ya Allah Perbaikilah hidup kami, mudahkanlah urusan kami, mudahkanlah perjalanan hidup kami. Selamatkanlah keluarga kami. IHDINASIROTOL MUSTAQIM……

ربناتقبل دعائن, YA Allah terimalah do’a, pinta dan hajat kami, terimalah sholat, puasa kami, terimalah dzikir wirid kami, bacaan Al-Qur’an kami, terimalah ruku’ sujud kami, terimalah tobat kami, terimalah zakat, infaq, shodaqoh kami, terimalah seluruh ibadah kami “Birohmatika Ya Arhamar Rohimiin”

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

ان الله يأمركم بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكروالبغى يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واسئلواه من فضله ولذكر الله اكير

HUT RI KE 65

HUT KEMERDEKAAN RI KE 65

DI LAPANGAN DEMANG-TERISI-INDRAMAYU

Oleh: Ibrohim Nawawi, S.Ag, M.Pdi

Sang Merah Putih

Kemerdekaan merupakan hak azasi setiap manusia. Hal ini telah tertulis dalam piagam (Jakarta) kemerdekaan bahwa “Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”. Untaian kalimat para pahlawan pendiri negara ini menjadi inspirasi bagi pergerakan dan pembangunan bangsa dan masyarakat Indonesia selanjutnya.

Islam memandang bahwa kemerdekaan adalah salah satu sisi kehidupan yang paling essensial dalam dimensi kemakhlukan. Aqidah Islam bertujuan memerdekakan manusia dari penghambaan diri kepada makhluk. Penghambaan hanya milik Allah sehingga kemerdekaan yang sesungguhnya adalah pembebasan dari ketergantungan kepada makhluk ciptaan Allah.

Kemerdekaan dalam tinjauan historis adalah terbebasnya Bangsa Indosneisa dari para penjajah, Portugis, Jepang dan terakhir Belanda. Usaha memerdekakan diri dari para penjajah merupakan usaha yang amat panjang dari berbagai generasi. Rentetan perjuangan merebut kemerdekaan inilah melahirkan para pejuang yang gugur di medan perang. Kata pahlawan adalah sebutan yang tepat bagi mereka, sebab pahlawan itu sendiri berasal dari pahala dan wan, yaitu orang yang pantas mendapatkan pahala. Pahlawan menjadi kata yang indah, semerbak harum wangi sepanjang zaman.

Ibu-Ibu Darma Wanita

Untuk kepentingan inilah masyarakat Indonesia yang diwakili oleh pemerintah setiap tahun mengadakan peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI. Disamping untuk mengenang jasa para pahlawan juga sebagai refleksi terhadap kondisi kekinian yang dialami bangsa saat ini untuk merancang pembangunan Indonesia ke depan.

Beda Baju Persatuan OK

Upacara memperingati Hari kemerdekaan RI ke 65 di Kecamatan Terisi langsung dipimpin oleh komandan upacara Camat Terisi Ahmad Santoro, BA. Pembacaan teks Pancasila oleh Kapolsek, teks UUD 45 oleh Koramil dan teks proklamai oleh bapak Wahyudi (angota DPRD kabupaten Indramayu). Hadir pada HUT kemerdekaaan tahun ini juga para tamu undangan terdiri dari para kepala UPTD, KUA, Kepala Sekolah, tokoh masyarakat kelompok tani, Dharma wanita dan unsur pemuda. Peserta upacara terdiri dari PNS, guru, karyawan, para sisiwa SMP,SMA, SMK, Pondok Pesantren. Acara peringatan Hari Kemerdekaan ini dipusatkan di Lapangan Demang milik bapak H. Camin (H. Gundul;Caming) desa Rajasinga Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu.

Peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini sungguh istemewa. Kesitemawaan itu pertama karena dilaksanakan pada bulan Ramadlan 1431 H dan kedua besoknya akan diadakan pemilihan Bupati di Kabupaten Indramayu. Tidak aneh thema yang diusung pada peringatan HUT RI tahun ini adalah “Dengan semangat puasa Ramdlan 1431 H dan semangat HUT RI yang ke 65 Proklamsi Kemerdekaan RI 2010 kita sukseskan pemilukada kabupaten Indramayu tahun 2010″. Harapan ini tidak berlebihan karena calon pemimpin Indramayu ke depan adalah pemimpin yang mampu menjalankan amanah dan mencintai rakyat serta dicintai rakyatnya. Peringatan HUT RI yang bertepatan dengan bulan Ramadlan semoga menjadi pertanda baik bagi perkembangan bangsa dan negara sebagaimana awal teks proklamasi yang diucapkan pada bulan Ramadlan. Demikian dengan kabupaten Indramayu yang akan melaksanakan pemilihan bupati esok hari  menjadi  media tersalurkannya barokah dari alam langit. Bulan Ramadlan menjadi wasilah terbukanya pintu langit untuk merekomendasikan pemimpin Indramayu agar mendapatkan pemimpin yang amanah, jujur mencintai dan dicintai rakyatnya. Indramayu ke depan harus lebih baik dari perkembangan pembangunan yang telah dirintis oleh bupati-bupati sebelumnya.

SEPENGGAL MAAF BUAT PAHLAWAN

NEGERIKU BERNAMA INDONESIA

NEGRI NAN KAYA NAMUN NESTAPA

NEGRI NAN SUBUR NAMUN KABUR

WAHAI PARA PAHLAWAN

KAMI TAHU ENGKAU AMAT GIGIH BERJUANG

KAMI TAHU ENGKAU TELAH KORBAN JIWA DAN RAGA

MAAFKAN KAMI WAHAI PAHLAWAN

KAMI BELUM BISA MELAKSANAKAN AMANHMU

KAMI MASIH MERANGKAH MENGAIS

MENJUMPUT SEGUMPAL ASA

KAMI PUN INGIN SEPERTI TUAN

AMIIN…AL-FAATIHAH

By : Ibrohim An-Nawawi

OPTIMALISASI PENAIS

OPTIMALISASI PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM

DI KECAMATAN TERISI KABUPATEN INDRAMAYU

Ibrohim, S.Ag, M.PdI


A. LATAR BELAKANG.

Acara budaya berdimansi ibadah

Acara Budaya berdimensi ibadah

Modernisasi sebagai akibat dari positivisme yang materialistik telah mendominasi pemikiran dunia, sehingga muncul persoalan-persoalan baru yang berkaitan dengan dimensi immaterial. Disamping itu muncul juga persoalan yang berdampak pada lingkungan, budaya, sosiologis, psikologis dan sistem nilai. Modernisasi yang cenderung mengabaikan nilai telah melahirkan adzab modernisasi (Dadang Hawari, 1995: 234), yaitu manusia merasa asing, hampa, kering, sunyi dalam keramaian, merasa teralienasi dari hiruk pikuk kehidupan. Muncul pula paham-paham yang dianggap memiliki resiko dalam sistem (sistem nilai dan etika) kehidupan yaitu paham relativisme, hedonisme, Skeptikisme, Materialisme dan atheisme (Cecep Sumarna, 2006: 127-147). Lebih ekstrim A.B. Syah menyebutnya dengan isrtilah “dehumanisasi” (A.B. Shah, 1986: 30-31).

Kordinasi

KOrdinasi

Oleh karena itu diperlukan pendekatan dakwah secara komprehensif yang meliputi bio-fisik-psiko-sosio-relegius. Bila pendekatan ini dikembangakan dalam analisis budaya maka akan menemukan interaksi budaya dengan fungsi kebermaknaan filosofis. Munculnya persaingan kultur sebagai akibat dari gesekan nilai dapat dirasakan di Indonesia; budaya nasional dan internasional, modern dan tradisional, nasional dan lokal, pusat dan daerah, tengah dan pinggiran, kota dan desa, santri dan abangan, sinetron dengan kethoprak (tarling ala Cirebon, sandiwara ala Indramayu), puisi dengan tembang, sholawat dan ulang tahun (Kontowijoyo, 1995: 139),

Pendekatan BudayaIslam di Indonesia merupakan asimilasi dan akulturasi berbagai macam budaya dan agama baik animisme, dinamisme, hindu, budha maupun aliran kejawen. Islam memasuki budaya dan agama dengan melalui “cultural approach”. Pendekatan budaya daat dilihat di pedesanan dengan menggunakan pertunjukan Wayang, Ketoprak, Berokan, Laisan (sintrenan), dolanan anak, tembangan. Artinya dakwah memasuki wilayah budaya masyarakat dengan membawa nilai-nilai Islam. Nilai-nilai tersebut dimasukan dalam unsur budaya, adat-istiadat masyarakat Indramayu dengan tidak menghilangkan bentuk dan formalitas budaya lokal.Budaya Kuda Lumping

Sebagai masyarakat pesisir tidak ayal lagi merupakan tempat penyebaran awal masuknya Islam di tatar Pasundan. Sehingga nilai-nilai relegius sebenarnya sudah tertanam semenjak dulu. Maju dan Mandiri merupakan jiwa asli masyarakatnya. Jiwa ini digambarkan oleh Raden Arya Wiralodra yang membuka pedukuhan Cimanuk tanpa minta ijin dengan Cirebon sehingga pernah terjadi kesalahpahaman antara Arya Kemuningg dan Arya Wiralodra.  Kesejahteraan adalah cita-cita normative yang selalu menjadi orientasi pembangunan di Indramayu sebagaimana dulu para pendirinya dengan mengusahakan pertanian sebagai sendi-sendi utama perekonomian mereka.

Berdakwah dengan segala bentuknya adalah wajib hukumnya bagi setiap Muslim. Misalnya amar ma’ruf nahi munkar, memperkuat aqidah Islamiyah umat, memberantas ide-ide kufur dan aliran-aliran sesat, berjihad, memberi nasehat, bimbingan dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa syarat atau hukum Islam tidak mewajibkan bagi umatnya untuk selalu mendapatkan hasil semaksimal mungkin, akan tetapi usahanya harus sesuai dengan keahlian dan kemmpuannya

Dari kenyataan di atas, jelaslah betapa urgennya dakwah Islamiyah melalui pendekatan budaya dengan memperhatikan kearifan lokal. Dakwah ini bisa dilaksanakan oleh umat, baik secara fadhiyah maupun jama’i. Kewajiban dakwah ini merupakan ittiba’ dengan Rasulullah SAW, para shahabah, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan para ulama-ulama al-‘Amiliin dimasa dulu hingga sekarang ini.

Mubaligh berperan mengiringi kondisi umat di segala zaman. Fungsi mubaligh dilakukan oleh setiap muslim dengan konsep “balighuu anni walau ayat”. Saat ini tugas kemubalighan diemban oleh para ustadz, kyai, ulama dan setiap muslim, baik yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan maupun secara person bahkan pemerintah pun amat berperan dalam menumbuh kembangkan kondisi dan suasana yang islami.Sosok Da'i

Pemerintah melalui kementerian agama memiliki Penyuluh Agama Islam yang berperan memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan bahasa agama. Tugas dan fungsi kepenyuluhan amat kompleks sehingga tidak berlebihan jika  Penyuluh Agama Islam itu menjadi salah satu “agent of cange” dari satu kondisi ke kondisi berikutnya yang lebih baik. Bila mengikuti devinisi yang begitu luas maka tugas dan fungsinya pun amatlah kompleks dalam seluruh aspek kehidupan disamping bergelut pada dimensi keagamaan juga melibatkan diri pada dimensi sosial, budaya, ekonomi, politik, pertanian, keluarga, kesehatan dan lain-lain.

Lanjut Baca »

BAITIE JANNATIE

RUMAHKU-SURGAKU

IMPLEMENTASI SABDA RASUL

BKMT, BKMM, Alhidayah

Majelis taklim yang berada di tingkat kecamatan terdiri dari BKMM (Badan Kontak Majelis Taklim Masjid), BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim), Majelis Taklim Al-Hidayah. Majelis taklim tingkat kecamatan menjadi wadah shilaturahim antara majelis taklim yang berada di desa-desa.

Di Kecamatan Terisi terdiri sekitar 50 an Majelis taklim. Keberadaan mereka merupakan potensi umat yang mesti digerakkan menjadi kekuatan umat. Masing-masing majelis taklim memiliki karakteristik yang berbeda walaupun seluruhnya mempunyai ciri yang hampir sama.

Kepengurusan Majelis taklim Al-Hidayah Kecamatan Terisi untuk periode sekarang diketua oleh Ibu Lilis (ibu Kuwu desa Plosokerep), Ketua BKMM di ketuai oleh ibu Neni (kepala UPTD BKKBN Kecamatan Terisi) sedangkan Ketua BKMT dipimpin oleh ibu Kepala KUA kecamatan Terisi.

BKMM

Al-Hidayah

Pada hari Selasa, tanggal 19 Januari 2009 kegiatan gabungan Majelis Taklim kecamatan Terisi di pusatkan di Majelis Taklim “Khoerun Nisa’ desa Plosokerep. Kegiatan ini sekaligus sambil memberikan santunan kepada anak Yatim Piyatu untuk saat ini baru bisa memberikan santunan kepada lima anak. Sebenarnya acara santunan Yatim Piyatu ini adalah rangkaian  dari acara Tahun Baru Islam (Muharam).

Acara puncak diisi taushiyah oleh Pembina Majelis Taklim tingkat Kecamatan yang juga menjabat sebagai Penyuluh Agama Islam (Penais/Penamas) kecamatan Terisi, Ibrohim, S.Ag, M.PdI. Beliau menyampaikan thema “Khaerun Nisa’” merupakan dambaan setiap suami. Pembentukan keluaga sakinah mawadah wa rahmah dimulai dari keluarga kecil yang terdiri dari Suami, Isteri dan Anak. Nabi sebagai panutan umat manusia menyebutkan “Baitie Jannatie”, rumahku surgaku.

Penulis diantara JAma'ah

Konsep “rumahku surgaku” sudah didelegasikan kepada umat manusia. Penciptaan rumah sebagai surga disimbolkan munculnya “wanita” dan para ibu. Bukankah Nabi telah bersabda “Al-Jannatu tahta Aqdamil Ummahat” (Surga berada di bawah telapak kaki ibu). Artinya, rumah menjadi surga atau tidak berada pada seorang wanita yang menjadi isteri suami dan ibu bagi anak-anaknya. Rumah menjadi surga terletak pada pungung bahkan terletak di telapak kaki seorang ibu. Betapa mulya posisi seorang ibu dan juga betapa beratnya memikul tanggungjawab ini.

Acara ditutup dengan doa yang dipmpin oleh ustadz Darussalam dan diakhiri dengan ramah tamah, salam-salaman dengan para jama’ah.

MAJELIS TAKLIM BERDAYA

UMAT AKAN SEMAKIN JAYA

PARA USTADZ/USTADZAH BERKARYA

PARA JAMA’AH MENUAI BAHAGIA

Profile Da’i Masa Kini

NI’MATNYA DI TENGAH-TENGAH UMAT

Obyek Dakwah

Nabi diutus berasal dari kaumnya, dengan cara begini akan mengenal kebutuhan mad’u sebagai obyek dakwah. Dakwah sebagai usaha memperbaiki satu kendisi ke kondisi yang lebih baik diperlukan sosok dai yang benar-benar memahami obyek sasaran binaan. Berbaurnya mubaligh dengan masyarakat merupakan salah satu metode menjawab tantangan ini.

Nabi sebagai dai panutan mencontohkan kedekatan dengan para sahabatnya. Penulis teringat dalam satu peristiwa dimana nabi sedang duduk-duduk santai dengan teman-temannya kemudian kedatangan seorang tamu berwajah ganteng, berambut hitam, Tamu bertanya tentang Iman, Islam dan Ihsan. Nabipun menjawab dengan santai tapi serius semua pertanyaan tamu tersebut. Persitiwa tanya jawab nnab dengan tamu terekam oleh para sahabat kemudian oleh para alim ulama diformulasikan menjadi rukun iman yang enam, rukun islam yang lima serta rukun ihsan yang dua.

Di Tengah Umat

Pokok pangkal inilah yang menjadi tiga pokok ajaran Islam yaitu Iman, Islam dan Ihsan.

budaya

Kedekatan nabi tidak hanya dengan teman-temannya juga dengan keluarganya. Para isteri nabi yang mulia sering menggambarkan bagaimana sendau gurau beliau dengan isteri-isterinya, dengan anaknya juga bagaiamana rasa sayangnya kepada cucu-cucu beliau.

Da’i sebagai penerus perjuangan nabi dalam menyampaikan amanah suci menempatkan shilaturahim menjadi ujung tombak hubungan interaksi sosial. Perubahan suasana lingkungan dakwah akan lebih terasa bila menggunakan pendekatan face to face, berbaur dengan masyarakat, tetangga, sanak family. Sebagaimana dikatakan: “Wa Andzir ‘asyirotakal Aqrobien” (Berilah peringatan kepada keluarga dan lingkungan terdekatmu).

Shilaturahim sebagai pendekatan dakwah memerlukan keberanian dan kekokohan. Walaupun seolah-olah hanya diisi melalui waktu senggang namun memiliki dampak yang sangat luar biasa Kaitan emosional antara d’ai dan mad’u sangat erat. Hal inilah yang dibangun Nabi ketika awal-awal menyebarkan Islam.

SEMOGA PERJUANGAN PARA DA’I

SELALU MENDAPAT SAFA’AT DARI RASULULLAH SAW.

SEMA’AN

JAM’ATUL QURO WAL HUFADZ KECAMATAN TERISI-INDRAMAYU

Oleh: Ibrohim Nawawi, S.Ag.M.PdI

Ibu-ibu peserta Sema'an

Al-Quran sebagai “Hudan” diturunkan kepada manusia untuk memandu kehidupan agar jalan lebih terarah. Al-Qur’an dengan berbagai perspektifnya memberikan manusia bermacam-macam pilihan. Pada akhirnya Manusia dan Al-Qur’an merupakan dua unsur yang saling menjelaskan dan melengkapi. Al-Qur’an menjelaskan manusia sedangkan manusia mencari kebermaknaan hidupnya dengan “iringan” atau dampingan  Al-Qur’an.

Konteks Al-Qur’an menyebutkan bahwa “Al-Qur’an diturunkan dari sisi Allah dan Allah juga yang akan menjaganya”.

Konteks kemanusiaan bahwa manusialah yang menjaga Al-Quran dengan upaya para hufazd menghapal Al-Qur’an. Para hufadz ini berada di kantong-kantong pesantren hufadz yang tersebar di seluruh Nusantara.

Penulis

Di Kecamatan Terisi udah lama berdiri “Jamiyatul Quro Wal Hufadz”, yang terdiri dari para hufadz dan Qori. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Jam’iyah ini setiap bulan mengadakan pertemuan dengan acara “Sema’an dan Arisan”. Kegiatan ini disamping shilaturahiim juga sebagai ajang “tadarus hapalan”. Masyarakat yang hadir menyimak dengan bacaan Al-Qur’an sehingga mereka dinamakan “mustami’in”. Acara biasanya dilaksanakan sekitar jam 06.00 sampai jam 14.00 an. Disamping jadwal yang sudah tersusun juga bisa mengadakan acara di rumah para “mustami’in”.

Shilaturahiim Pengurus

Pada acara sema’an kemarin pada tanggal 6 Januari 2009 dilaksanakan di Majelis Ta’lim Nurul Huda Bojong desa Jatimulya Kecamatan Terisi. Kegiatan ini dihadiri Camat, Kapolsek dan Danramil , KUA dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Terisi karena disamping sema’an juga ada acara syukuran “Aqiqah”.

Al-Qur’an sebagai sumber ajaran memuat berbagai landasan dasar dalam berbagai dimensi kemanusiaan. Al-Qur’an adalah aturan untuk kehiduan manusia bumi. Aqiqah sebagai salah satu syareta nabi menghendaki hubungan manusia dengan Tuhan serta implementasi rasa syukur dengan menyembelih binatang ternak. Al-Quran dan manusia merupakan ayat Tuhan yang saling mencakup dan melingkup sehingga ayat akan semakin bermakna dalam kehidupan.

Budaya membaca Al-Quran menjadi hal yang urgen bagi umat Islam. Hal yang menjadi pikiran dan langkah bersama adalah “pemberantasan buta Al-Quran”. Bila pemerintah melalui Depertemen Pendidian Nasioanal ada program Pembrantasan Buta Huruf/Aksara maka menjadi sangat penting pemerintah melalui Departemen Agama juga ada program yang serius mengenai “Pembrantasan Buta Huruf Al-Qur’an.

Sema'an

MARI KITA GERAKAN ISYU

PEMBERANTASAN BUTA HURUF AL-QURAN

MENJADI GERAKAN NASIONAL

Insya Allah tulisan ini berlanjut ke thema “GERAKAN PEMBERANTASAN AL-QUR’AN”…..!!!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.