IDUL ADHA
REFLEKSI ALAM-MORAL DAN SOSIAL
Al-Ustadz Ibrohim An-Nawawie, S.Ag, M.PdI
الله اكبر 9 × ……لااله الاالله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد. الله اكبر كبيراوالحمد لله كثيرا وسبحن الله بكرة واصيلا لا اله الاالله وحده صدق وعده ونصر عبده وهزم الاحزاب وحده لا اله الا الله ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون. الحمد لله الذى كتب علينا حجا بمكة المكرمة, وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما, اوصيكم ونفسى واييا بتقوالله فقد فازاالمتقون كما قال الله تعال في القرأن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ(1)فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ(2)إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ .وقال النبي صل الله عليه والسلام : 781 حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
HADIRIN KAUM MUSLIMIN JAMA’AH SHOLAT I’D
Saat ini masyarakat Indonesia diberi berbagai macam cobaan baik banjir, kebakaran, longsor, gempa, tsunami dan lain sebagainya. Saat ini kita pun masih disuguhkan tragedi yang amat mengenaskan yaitu meletusnya gunung Merapi, dan Tsunami di Pulau Mentawai. Subhanallah, Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahil Musta’aan..!
Ratusan orang telah meninggal dunia. Harta benda, jiwa raga menjadi korban. Mereka adalah masyarakat biasa, mereka adalah masyarakat terpinggirkan. Mereka benar-benar telah menjadi korban. Dan terkadang hanya Korban yang bisa berqurban. Hal ini semuanya adalah ayat Allah SWT yang bias menggetarkan hati setiap manusia (wajilat qulubuhum).
Berfikir adalah alat manusia untuk memahami akan pertanda, sinyal-sinyal Allah yang pada akhirnya muncul dzikirullah sebagai pengakuan eksisitensi manusia yang dloif dihadapan Allah SWT. Marilah kita merenung sejenak dalam rangka tadabur, tafakur akan ayat-ayat Allah SWT baik ayat yang Qur’aniyah maupun ayat Kauniyah, jasmaniyah-alamiyah.
Tragedi yang mengalami bangsa yang kita cintai yang bernama “Indonesia” sungguh sangat menyayat hati, Bumi pertiwi menangis, Lumpur panas, banjiran, kebakaran, kekeringan, hilangnya Pesawat terbang, tenggelamnya kapal laut, tergelincirnya kereta api dan gunung meletus, tsunami dan sejumlah bencana yang melanda bangsa tanah air yang kita cintai ini.
Tragedi kemanusian dengan munculnya berbagai macam bencana empat anasir alam, baik yang diakibatkan oleh unsur air berupa banjiran,tsunami, gelombang pasang, unsur api berupa kebakaran, unsur tanah berupa tanah tandus, kekeringan, longsor dan semisalnya serta unsur angin yang mampu memporakporandakan umat manusia. Disinilah manusia baru sadar bahwa ternyata yang mengendalikan langit, bumi dan seisinya adalah Allah SWT.
Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam surat Lukman ayat 20:
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni`mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
HADIRIN JAMA’AH SHOLAT I’D YBHK
Berbagai bencana dan cobaan itu semua merupakan ujian untuk memperoleh keimanan baru, semangat baru, jiwa baru dan I’tikad baru namun pengorbanan yang sedemikian berat dan tidak main-main INI harus diikuti dengan “instrumen Ikhlas”. Pengorbanan disimbolkan dengan ujian perintah kepada seorang Ayah yaitu Nabiyullah Ibrohim As untuk melepaskan anak yang sangat disayanginya Ismail As. Yang kemudian di dalam syariat Nabi Muhammad disebut ibadah Qurban diganti dengan penyembelihan binatang ternak yang telah ditentukan syaratnya. Allah SWT berfirman :
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ(1)فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ(2)إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.
Ibadah Qurban melambangkan tingkat kepasrahan/ berserah diri tertinggi hanya kepada Allah dengan segala keikhlasan, sekaligus membuang berhala-berhala yang mungkin telah kita sembah berupa penyembahan kepada sesuatu yang kita cintai baik berupa kedudukan, uang, harta, nama besar, keluarga, anak yang kadang-kadang membuat iman kita goyah. Padalah sudah jelas Allah telah berfirman dalam surat Al-Anfal :
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
Daging qurban dalam ajaran Islam bukan untuk Allah SWT, karena Tuhan orang Islam tidak makan daging. Daging Qurban sebagian dinikmati oleh orang yang berqurban dan sebagian yang lainnya untuk fakir miskin.Tidak sekerat dagingpun yang diberikan kepada Allah SWT.
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ(28)
supaya mereka menyaksikan berbagai manfa`at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.
Allahu Akbar,Allahu akbar, wa lillahi Alhamd
Bersamaan dengan peristiwa suadara kita di Mentwai dan Gunung Merapi, hari ini Jutaan umat muslim sedunia pada tanggal 9 Dzulhijjah kemarin, berkumpul di padang Arofah dalam rangka menjalankan wukuf sebagai salah satu rukun haji yang disyariatkan oleh Rosulullah SAW, dengan sabdanya yang mashur: الحج بالعرفة, artinya yang terpenting dalam urusan haji itu adanya di Arofah bahkan saking pentingnya “Arofah” ini.
Di padang Arofah seluruh jama’ah Haji melakukan “wukuf” yang artinya berhenti. Berhenti yang dimaksud adalah berhenti secara fisik namun bergerak secara fikiran dan bathin. Fikiran dan bathin bergerak ke arah netral yaitu fitrah manusia. Dan Fitroh manusia adalah merasakan dan mendengarkan seluruh suara hati yang berjumlah 99 sebagai simbol dari “Asmaul Husna”. Nampak dengan jelas bahwa wukuf sebenarnya adalah ladang Relaksasi, Evaluasi dan Visualisasi tentang makna hidup melalui penelusuran suara-suara “AsmaulHusna” yang berpegang kepada prinsip “La Ilaha Ilallah”. Sehingga sangatlah benar bahwa amalan yang dilakukan orang ketika wukuf adalah taubat, istighfar, dzikir, serta do’a. Allah berfirman :
ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّه غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (`Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Wukuf sebagai sarana instropeksi atau evalusai diri sangat effektif untuk menyadarkan manusia kepada jatidiri, sebab musabab, asal muasal mengapa dan untuk apa manusia diciptakan oleh Allah SWT. Wukuf kalau diumpamakan dalam kehidupan sehari-hari hampir mirip dari segi tujuan dengan I’tikaf, Muhasabbah, Tawajjuh, Instrospeksi diri yang bertujuan merenung, merefleksikan diri serta mendengarkan suara-suara dan bisikan hati yang tercermin dalam nama-nama Allah SWT.
Allahu Akbar……..2x Wa Lillahi Al-Hamd
Makna terpenting Idul Adha, salah satunya terletak pada upaya meneladani ajaran tauhid (monoteisme) Nabi Ibrahim (AS) yang bersifat transformatif dalam kehidupan sosial. Ibrohim AS mengorbankan anak yang sangat dicintainya Ismail sama halnya kita mengorbankan sesuatu yang dianggap milik kita yang sebenarnya hanyalah titipan semata. Keyakinan seperti ini berimplikasi langsung pada keharusan kita untuk menampakkan eksistensi itu dalam kehidupan nyata sehingga manusia dan dunia dapat menyaksikan dan ”menikmati” kehadiran Sang Pencipta dalam bentuk kehidupan yang teratur, harmonis, dan seimbang.
Hari raya qurban yang sesungguhnya adalah menumbuhkan sikap tenggang rasa dan kepedulian terhadap sesama atau yang dikenal dengan keshalehan social. Norma atau cita-cita sosial inilah yang sesungguhnya ingin dihidupkan dalam ajaran tauhid ajaran nabi Muhammad SAW….kepada umatnya , yang terbingkai dalam satu kalimat yaitu TAKWA kepada Allah SWT. Berqurban itu tanda orang takwa dan mukhlisin. Biasanya hanya para Korban yang bisa berqurban dengan sesungguhnya. Sebab sepanjang sejarah orang dholim tidak pernah berqurban. Semoga Pengorbanan saudara2 kita di Mentawai dan Merapi menjadikan I’tibar,menjadi contoh Qurban yang sebenar2nya Qurban.
KHUTBAH KEDUA
الله اكبر 5 × …………………… ولله الحمد
الحمد لله رب العالمين الذى هدانا لهدا وما كنا لنهتدي لولا ان هداناالله أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده. فياعبادالله اتقواالله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون. قال الله تعال فىالقرأن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ. وقال ايضا : ان الله وملئكته يصلون على النبي. ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد كما بركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم في العلمين انك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والائموات انك سميع قريب مجيب الدعوات.
Ya Allah Tuhan Maha Pengampun, Ampunilah segala khilaf, salah-dosa kami, dosa orang tua kami dan dosa para pemimpin kami.
Allahumma salimnaa wal muslimiin, Ya Allah selamatkanlah kami, selamatkanlah saudara. keluarga dan anak cucu kami. Selamatkanlah bangsa dan Negara kami, selamatkanlah Indramayu dari bala, bencana, malapetaka, penyakit dhohir-bathin,penyakit mewabah, gizi buruk, kematian ibu hamil yang mengakibatkan kesengsaraan dan kenestapaan di masyarakat kami.
Allahumma Yasir umuroona, umuroddun-ya wal akhiroh..
Ya Allah mudahkan segala urusan kami, urusan yang berkaitan dengan dunia, agama dan akherat, Jangan engkau beri beban kepada kami, beban yang tidak sanggup kami memikulnya….!. Beri kekuatan lahir bathin kepada kami untuk selalu beribadah kepadaMU.
Kami hamba yang dhoif, hamba yang lemah yang tak mampu melawan taqdirMU, Kuatkanlah iman kami, pupuklah kesabaran kami dalam menghadapi getirnya cobaan kehidupan kami
Allahu Ya Salaam Ya Qowiyu Ya Aziiz…Ya Allah Maha Pemberi Kekuatan dan kedamaian, Berilah kesabaran kepada saudara-saudara kami di Mentawai maupun saudara2 kami di sekitar gunung Merapi dan seluruh tanah air Indonesia yang terkena bancana, Mereka adalah korban yang sebenarnya, Mereka telah kehilangan keluarga, kehilangan harta benda darah berceceran, air mata berlimpah kesedihan, lingkungan porak poranda. Ya Allah Berilah kesabaran kepada mereka. Berilah kekuatan untuk bangkit kembali dari keterpurukan untuk menata kembali kehidupan seperti semula. Demikian pula dengan jama’ah haji kami. Beri kekuatan lahir bathin untuk menjalankan ibadah haji mereka.
اللهم حجهم حجا مبروراوسأيهم سآيا مشكورا وذنبهم ذنبا مغفورا وتجارة لن تبور.
Ihdinashshirathal Mustaqiim, Ya Allah Tunjukanlah kepada kami jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridloi…Jalan yang penuh maghfirah, jalan yang penuh rahmah dan keberkahan
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العالمين.




















